|
KOTABUMI – Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Lampung Utara Hj. Maya Natalia Manan, M.Kes. mengatakan, penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Lampura adalah 97 orang. Sementara berdasarkan temuan DPRD setempat ketika inspeksi mendadak (sidak) di Rumah Sakit Umum Daerah Ryacudu (RSUDR) kemarin, pasien DBD berjumlah 135 orang.’’Kasus DBD hingga akhir 2011 berjumlah 339, sementara untuk 2012 hingga hari ini (kemarin) 97 kasus. Jika ada data mencapai 135 kasus, itu sudah termasuk yang berstatus suspect DBD,” kata Maya saat menggelar pertemuan di ruang kerja Sekkab terkait peningkatan jumlah penderita DBD itu.Dia menambahkan, pihaknya sudah melakukan upaya maksimal, termasuk pengasapan di hampir semua kelurahan dan desa yang merupakan wilayah endemi DBD serta pembagian bubuk abate gratis. ’’Kita melakukan pengasapan untuk seluruh wilayah yang
ada di Lampura dan sudah menurunkan petugas dari puskemas-puskesmas untuk melakukan pengasapan, khususnya daerah yang banyak terjadi korban DBD,” kata dia.
Selain itu, dilakukan survei jentik di 3 kelurahan. Yakni Kotaalam, Tanjungharapan, dan Tanjungaman. Ditambahkan Sekkab Lampura Hi. Rifki Wirawan, S.E., pemkab sudah bertindak maksimal guna menangani masalah kejadian luar biasa (KLB) DBD di Lampura.
’’Kami menginstruksikan kepada masing-masing satker agar mengoptimalkan kinerja, khususnya Diskes. ’’Seperti membagikan bubuk abate kepada masyarakat dan sekaligus optimalisasi sosialisasi 3M Plus menggunakan mobil keliling,” katanya.
Dia juga mengatakan, dalam upaya preventif atau pencegahan, Pemkab Lampura sudah tak menghitung berapa jumlah anggaran yang dibutuhkan. ’’Kita hanya berupaya agar masalah DBD dapat segera teratasi,” lanjut dia seraya menyebutkan, pada Jumat (20/1) Diskes akan menyosialisasikan DBD sekaligus melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serentak.
Sekkab juga mengharapkan seluruh masyarakat menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing. ’’Masalah DBD merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya Diskes. Jadi, mari kita jaga lingkungan dengan giat bersih-bersih dan menghidupkan kembali gotong-royong memerangi DBD!” ungkapnya. (rnn/c2/tru)
sumber
http://www.radarlampung.co.id/ Rabu, 18 Januari 2012
|