| Distribusi 74,92 Ton Raskin Lancar |
|
|
|
| Jumat, 10 Desember 2010 08:59 |
KOTABUMI – Puluhan buruh panggul Gudang Semipermanen (GSP) Bulog Lampung Utara (Lampura) yang melakukan mogok kerja sudah mulai melakukan aktivitasnya lagi sejak kemarin (8/12). Ini setelah Kepala Desa (Kades) Mulangmaya Asmuhi dan jajaran Bulog Lampura memberikan pengertian kepada para buruh yang hampir sepekan mogok kerja.
Mulai kemarin, Bulog langsung menyalurkan raskin sebanyak 74,92 ton atau 74.920 kilogram untuk dua kecamatan di Lampura dan satu kecamatan di Lampung Barat.Kepala Subdivre Bulog Lampura Dwi Agus Lingga Cahaya mengatakan, sebelumnya ia telah melakukan pendekatan dengan Kades dan para buruh agar mereka kembali bekerja. ’’Alhamdulillah, hari ini (kemarin, Red) semua buruh sudah kembali bekerja seperti biasa,’’ ujarnya. Ia menjelaskan, para buruh itu diberi pengertian bahwa pergantian kepala GSP Bulog dari Zulkifli kepada Rahimuddin merupakan kebijakan pusat, bukan atas kehendak dirinya.’’Jabatan di Bulog bukan jabatan politis, melainkan jabatan karir, dan semua keputusan ada di pusat,’’ jelas Dwi.Senada disampaikan Rahimuddin, kepala GSP Bulog Lampura yang baru. Menurut dia, mogoknya para buruh tersebut karena adanya kedekatan antara buruh dengan kepala gudang yang lama (Zulkifli). Dan, kesalahpahaman itu telah diselesaikan. ’’Jabatan di Bulog ini merupakan jabatan karir yang semua keputusannya ada di pusat. Jadi sekalipun para buruh ini berhenti kerja, tidak akan mengembalikan hal yang telah menjadi keputusan pusat,’’ tegasnya. Ditambahkan, kepala gudang hanya menyalurkan beras berdasarkan surat perintah pengeluaran barang (SPPB) atau delivery order (DO) yang diajukan masing-masing kecamatan penerima raskin. ’’Pagi ini (kemarin pagi, Red), DO yang kami terima sebanyak 74.920 kg untuk tiga kecamatan. Yakni Abungsemuli sebanyak 9,6 ton, Kotabumi 20.920 kg, dan Sumberjaya Lambar 44,4 ton,’’ beber Rahimuddin.Diberitakan sebelumnya, puluhan buruh panggul GSP Bulog Subdivre Lampura mogok kerja karena Kepala GSP Zulkifli diganti. Akibatnya, penyaluran raskin untuk wilayah Lampura terhambat dan aktivitas sehari-hari di gudang tersebut terhenti. (rnn/c1/ary) sumber http://www.radarlampung.co.id/ Kamis, 09 Desember 2010
|
|
|
||