| Perumahan PNS Menuai Protes |
|
|
|
| Rabu, 08 Desember 2010 10:21 |
|
Upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Utara membuatkan rumah bagi pegawai negeri sipil (PNS) golongan rendahkembali menuai masalah. Pasalnya, Jenganan Sikep (Perumahan Korpri) belum dilengkapi listxik, mandi cuci
kakus (MCK), apalagi sarana air bersih. Untukmencukupi kebutuhan air bersih, warga setempat membuat surftur sendiri. Sedangkan untuk toilet perumahan u'dak dilengkapi pipa paralon dari toilet ke tabung pembuangan kotoran. Akibatnya, calon penghuni terpaksa melakukan perbaikan secara swadaya."Septic tankyang dibuat sangat dangkal, hanya berukuran 1 meter, sehirigga terpaksa diperdalam lagi. Sedangkan untuk listrikbelum menyala," keluh Sudirman, warga Blok B-2 Perumahan Jenganan Sikep, kemarin.Lelaki yang mengaku bekerja sebagai anggota Satpol PP ini mengatakan, pihak pe-ngembangharusnya mematuhi akad kredityang telah ditandatangani."Rumah yang akan ditempati semestinya telah siap huni. Termasuk fasilitas air bersih yang dijan-jikan dari PDAM dan listrik sudah terpasang. Pa-dahal, kami telah membayar sejumlahuang," terang Sudirman yanghams membayar uangmukaRp7,2 juta dengan angsuran rata-rata Rp399 ribu per bulan selama 20 tahun.Hal senada disampaikan Wandra yang me-nempati salah satu rumah Jenganan Sikep di Blok B-l. Dia mengaku telah membayar uang muka sebesar Rp4 juta ditambah biaya administrasi untuk penerbitan akta ntttaris, 1MB, asuransi, dan biaya pembuatan sertifikat sebesar Rp2 juta." Jadi total uang muka yang disetorkan Rp6 juta," ungkapnya seraya mengatakan, untuk perumahan, dia mengambil jangka waktu 10 tahun dan kini telah memasuki angsuran ke-9 dengan besaran masing-masing Rp630 ribu. Dia mengeluhkan hingga kini rumahnya belum dipasang listrik oleh pihak pengembang. "Saya takbisamenempati rumah yang saya cicil karena belum ada listriknya. Terpaksa saya melanjutkan kontrakan saya," terang salah satu guru di SMKN 2 Kotabumi ini. (rnn/cl/ary) sumber radar lampung rabu 8 desember 2010 |
|
|
||