|
KOTABUMI – Cita-cita Lampung Utara untuk menjadi penghasil ikan air tawar terbesar di Lampung bakal terwujud. Sebab, Lampura memiliki potensi sangat besar dan tidak kalah dengan daerah lain.Salah satu yang kini dikembangkan kabupaten ini dengan menjadikan ikan baung (hemibagrus nemurus) sebagai ikon dinilai sangat tepat. Demikian diungkapkan Prof. Atmadja Hardjamulia, Tim Ahli Perikanan Budi Daya yang tergabung dalam Tim
Satgas (Satuan Tugas) Direktorat Perbenihan untuk Pembinaan dan Pendampingan
Teknis Perbenihan di UPT, UPTD, dan UPR, ketika berkunjung ke Lampura, Kamis (5/8).
’’Lampura sangat berpotensi untuk pembenihan ikan baung, nila, emas, lele, dan gurame termasuk pendederan juga pembesaran,” sebut Atmadja.’’Hal ini didasari kualitas air dengan volume tinggi dan kesuburan air yang bagus dengan terlihatnya plankton,” tambahnya usai mengunjungi BBI Semuliraya, UPR Kelompok Teguh Rahayu Tata Karya, Abungsurakarta, bersama tim satgas lainnya.
Meski demikian, faktor keberhasilan bukan itu saja. Masih banyak faktor lainnya, seperti kolam harus punya kontruksi untuk induk ikan yang harus dipersiapkan secara matang. Di mana, jumlah masing-masing induk yang ada harus memiliki kualitas induk bermutu supaya benih yang dihasilkan berbobot.
Atmadja mengatakan, setelah semuanya ini terpenuhi, akan klop untuk mendukung pengembangan waduk Way Rarem. ’’Prospek waduk Way Rarem sangat bagus sekali. Saya sangat berkesan,” sebutnya.
Sementara, Kadis Perikanan Lampura Drs. Hi. Kadarsyah mengatakan, selama ini ada tiga permasalahan yang dihadapinya yaitu ketersediaan benih, pakan, dan pemasaran. Karenanya, untuk mengatasi hal tersebut Dinas Perikanan khususnya dan pemda umumnya sudah melakukan kerja sama dengan cara mendatangkan investor.Selain itu, melakukan penataan kawasan dengan cara melaksanakan sentuhan, binaan, dan pemantauan. ’’Sentuhan, binaan, dan pemantauan terus dilakukan. Karena bila itu sudah benar-benar dilakukan, semuanya akan terwujud,” ujar Kadrasyah. (adi/een) .
sumber http://www.radarlampung.co.id/ |